Inilah Kronologi Meninggalnya Ki Enthus Susmono Bupati Tegal

Tim dokter RSUD dr Soeselo Slawi memastikan penyebab Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono, meninggal dunia karena riwayat penyakit yang dialaminya. Ki Enthus yang juga dalang nyentrik ini mengembuskan nafas terakhirnya di usia 52 tahun, Senin malam, 14 Mei 2018, sekitar pukul 19.15 WIB.

Pjs Bupati Tegal Sinoeng N Rachmadi mengatakan, pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, Ki Enthus bersama rombongan berencana akan menghadiri acara pengajian di Desa Argatawang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.
Sebelumnya, Ki Enthus sempat bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat di Desa Kajenengan, Kecamatan Bojong. Di tengah perjalanan, Ki Enthus sempat mengeluh, merasakan nyeri dada dan mual hingga tidak sadarkan diri. Melihat kondisi itu, Ki Enthus segera dibawa ke Puskesmas Jatinegara dan tiba di sana pukul 17.45 WIB.

"Saat itu, tim medis Puskesmas Jatinegara yang dipimpin dokter Ulinuha pun segera melakukan upaya pertolongan, mulai dari pemeriksaan denyut nadi, tekanan darah, gula darah hingga pemasangan infus, Enthus masih juga tidak sadarkan diri," ucap Sinoeng N Rachmadi di RSUD dr Soeselo Slawi.

Atas pertimbangan tersebut, dokter Ulinuha memutuskan pasien dirujuk ke RSUD dr Soeselo, Slawi menggunakan ambulan Puskesmas Jatinegara. "Sekitar pukul 18.20 WIB, Enthus yang masih dalam keadaan koma dan mendapat pernafasan bantu oksigen, masuk di IGD dan diterima oleh dokter Akhmad Rosidi selaku dokter jaga," jelasnya.

Kemudian, upaya resusitasi jantung paru segera dilakukan bersama tim medis selama kurang lebih 45 menit. Namun, tetap tidak ada respons. "Bapak Enthus pun kemudian dinyatakan oleh tim dokter telah meninggal dunia pada pukul 19.15 WIB, dengan penyebab kematian serangan jantung," jelasnya.

Melihat kondisi itu, Ki Enthus segera dibawa ke Puskesmas Jatinegara dan tiba di sana pukul 17.45 WIB. "Saat itu, tim medis Puskesmas Jatinegara yang dipimpin dokter Ulinuha pun segera melakukan upaya pertolongan, mulai dari pemeriksaan denyut nadi, tekanan darah, gula darah hingga pemasangan infus, Enthus masih juga tidak sadarkan diri," ucap Sinoeng N Rachmadi di RSUD dr Soeselo Slawi.

Atas pertimbangan tersebut, dokter Ulinuha memutuskan pasien dirujuk ke RSUD dr Soeselo, Slawi menggunakan ambulan Puskesmas Jatinegara.

"Sekitar pukul 18.20 WIB, Enthus yang masih dalam keadaan koma dan mendapat pernafasan bantu oksigen, masuk di IGD dan diterima oleh dokter Akhmad Rosidi selaku dokter jaga," jelasnya.
Kemudian, upaya resusitasi jantung paru segera dilakukan bersama tim medis selama kurang lebih 45 menit. Namun, tetap tidak ada respons.

"Bapak Enthus pun kemudian dinyatakan oleh tim dokter telah meninggal dunia pada pukul 19.15 WIB, dengan penyebab kematian serangan jantung," jelasnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel